Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Museum Benteng Vredeburg


Alamat : Jl. Jenderal Ahmad Yani 6 Yogyakarta 55121

Benteng Vredeburg dibangun pada tahun 1760 oleh Sri sultan Hamengku Buwono I atas permintaan Belanda dengan maksud menjaga keamanan Sultan. Pada awalnya dibangun dengan bentuk yang sederhana, kemudian oleh Gubernur Belanda W.H Ossenberg diusulkan agar bangunan benteng dibangun lebih permanen. Tahun 1767 benteng mulai disempurnakan dan selasai tahun 1787 yang diberi nama Rustenburg berarti “benteng peristirahatan”.

Tahun 1788, benteng dimanfaatkan oleh VOC sebagai markas pertahanan. Tahun 1867 di Yogyakarta terjadi gempa bumi yang cukup dahsyat menyebabkan bangunan benteng mengalami kerusakan, setelah diperbaiki namanya diubah menjdi Vredeburg yang berarti “benteng perdamaian”. Hal ini dimaksudkan sebagai manifestasi hubungan antara Belanda dan Kraton yang tidak saling menyerang.

Sejalan dengan perkembangan situasi politik dan kerusakan di Indonesia, status benteng mengalami pergantian penguasaan antara lain oleh; Jepang, Inggris, dan setelah Indonesia merdeka dikuasai oleh HANKAM dan Pemda DIY. Tahun 1981 ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya (BCB), tahun 1992 bangunan benteng secara resmi ditetapkan sebagai Museum Khusus Sejarah Perjuangan Nasional dengan nama Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Museum ini memiliki luas lahan 4 hektar dengan luas bangunan 22488 M2. Museum Benteng Vredeburg menyajikan koleksi benda-benda bersejarah berupa :

1. Koleksi bangunan
Seperti selokan, jembatan, tembok (benteng), pintu gerbang, bangunan-bangunan di dalam benteng dan Monumen SO (Serangan Oemoem) 1 Maret 1949.

2. Koleksi minirama (synopsis peristiwa bersejarah dibuat kronologis berdasarkan penelitian ilmu sejarah), terdiri dari :
  • Minirama I, periode perang Diponegoro hingg masuknya Jepang di Yogyakarta (1825 – 1942).
  • Minirama II, periode awal kemerdekaan sampai dengan Agresi Militer Belanda I (1945 – 1947).
  • Minirama III, periode perjanjian Renville sampai dengan kedaulatan RIS (1948 – 1949).
  • Minirama IV, periode sejak Negara kembali ke NKRI sampai dengan msa Orba (1950 – 1974).

3. Koleksi realia (benda asli), replica (benda tiruan), lukisan dan foto-foto sejarah yang terkait dengan perjuangan dalam merintis, merebut dan mempertahankan serta mengisi kemerdekaan.

Fasilitas :
1. Loket Tiket Masuk (kondisi sedang)
Harga tiket masuk :
  • Anak-anak, Rp. 500,-
  • Dewasa, Rp. 750,-
  • Wisatawan, asing Rp. 750,-
  • Rombongan lebih dari 30 orang, Rp. 500,- per orang. (diskon untuk rombongan Rp. 250,-
2. Toilet (kondisi sedang)
  • Jumlah toilet pria 8 buah
  • Jumlah toilet wanita 8 buah
3. Pusat Informasi (kondisi sedang)
Waktu layanan : hari buka setiap hari Selasa – Minggu mulai dari pukul 08.30 – 16.00 WIB ( Senin dan hari libur nasional tutup ).
4. Pusat cinderamata (kondisi sedang)
Jenis cinderamata yang dijual adalah patung (miniatur pintu gerbang Benteng Vredeburg), tas pinggang, dompet, kipas, kaos dan topi. Selain menjual cinderamata tempat ini juga sekaligus sebagai kantin yang menjual minuman dan makanan ringan.
5. Ketersediaan listrik, air  dan line telepon.
Untuk listrik tersedia 20.000 Watt, untuk air hanya dari sumur, dan untuk line telepon ada tiga belas extention.
6. Ruang pamer koleksi:
  • Ruang pameran tetap Diorama I
  • Ruang pameran tetap Diorama II
  • Ruang pameran tetap Diorama III
  • Ruang pameran tetap (realita) dan pengenalan
  • Ruang pameran temporer dan tetap diorama III
  • Ruang tenag fungsional P&P, P&K, dan ruang Audio Visual
  • Ruang Auditorium dan pameran tetap diorama III
7. Parkir
  • Kondisi baik
  • Kapasitas (mobil ± 50 buah, motor ± 500 buah, bus ± 15 buah)
8. Keamanan (kondusif).

Gambar :


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar